Loading...

Senin, 18 Oktober 2010

Ultah STM Bonjer 5

Di Jl Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (6/10) sore kemarin, dua kelompok pelajar terlibat aksi saling lempar batu, bahkan ada yang berani membawa senjata tajam untuk melumpuhkan lawannya.

Salah seorang pelajar dari SMK Bina Siswa, Kebon Jeruk, Thomas Jonathan (16), tewas setelah ditusuk secara membabi buta oleh pelajar yang menjadi musuhnya.

Melihat kondisi Thomas yang tergeletak di jalan dengan bersimbah darah, tiga orang rekannya berinisatif membawa pelajar yang masih duduk di kelas 1, ini ke  Puskesmas Cengkareng. Karena luka yang diderita cukup parah Thomas akhirnya meregang nyawa.

"Korban akhirnya meninggal dunia karena mengalami luka tusuk pada lutut kiri, dada kiri dan punggung belakang serta luka sabetan pada leher belakang," ujar Kapolsek Cengkareng, Kompol Ruslan, kepada wartawan, Rabu malam (6/10/2010).

Polisi masih terus melakukan penyelidikan mencari pelaku penusukan. Saat ini jenazah korban dibawa ke RSCM untuk diotopsi.



Polisi Tangkap 3 Tersangka Tawuran Maut Pelajar

Tawuran siswa sekolah. TEMPO/Amston Probel
TEMPO Interaktif, Jakarta -Polisi telah menangkap tiga pelaku tawuran maut antar pelajar di Cengkareng, Jakarta Barat. "Sudah ada empat orang yang dijadikan tersangka. Tiga orang sudah ditangkap," kata Kepala Kepolisian Sektor Cengkareng, Komisaris Ruslan, hari ini.

Menurut Ruslan ketiga pelaku itu telah ditangkap akhir pekan lalu. "Tapi satu tersangka lain masih buron," lanjutnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Metro Jakarta Barat, Komisaris Tony Surya Putra mengatakan bahwa mereka ditangkap karena diduga sebagai pelaku penusukan dan pembacokan terhadap Thomas Jonathan, siswa kelas 1 SMK Bina Siswa, Jalan Ayub Dalam, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dalam tawuran antar pelajar di Cengkareng Rabu (6/10) lalu. "Mereka pelaku penusukan dan pembacokan hingga korban tewas dalam tawuran di Cengkareng kemarin," kata Tony.

Rabu sore pekan lalu, Thomas bersama puluhan temannya terlibat tawuran pelajar dari SMK 3 Kedoya di Jalan Daan Mogot KM 12,5 arah Grogol, Kelurahan Cengkareng Timur, Cengkareng. Dalam tawuran itu Thomas tewas mengenaskan dengan sejumlah luka tusuk di lutut kiri, dada kiri, dan punggung. Bahkan leher bagian belakangnya tersabet golok. Ia sempat dibawa oleh tiga rekannya ke Puskesmas Cengkareng, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Berdasarkan penyelidikan polisi, tersangka penusukan dan pembacokan Thomas itu dari kelompok pelajar SMK 3 Kedoya, Jakarta Barat. "Ada yang merupakan siswa aktif dan ada yang telah menjadi alumni," katanya.

Namun Tony tidak bersedia menyebutkan nama para tersangka tersebut. "Masih ada yang belum tertangkap, masih dalam proses penyelidikan, nanti akan kami informasikan jika sudah jelas semua," katanya. Selain empat orang termasuk orang lain tersangka yang belum tertangkap, menurut Tony masih ada kemungkinan tersangka akan bertambah. "Penyelidikan masih terus kami kembangkan," lanjutnya.

Tawuran tampaknya sudah menjadi tradisi SMK Tunas Siswa dan sekolah menengah atas di Jakarta Barat. Bahkan setiap hari ulang tahun sekolah, tanggal 5 Oktober, para pelajar SMK Tunas Siswa "merayakannya" dengan tawuran.

Sering kali untuk menghindari polisi para pelajar itu melakukan tawuran di luar wilayah hukum Polsek masing. "Tawuran Rabu pekan lalu tidak dilakukan di Kebun Jeruk maupun Kedoya, tapi di Cengkareng," ujar Kanit Reskrim Polres Kebun Jeruk Inspektur Dua Poltar A. Lumban Gaol pada Tempo. Perbuatan itu cukup membuat polisi kesulitan untuk mengendus dan mengantisipasi tawuran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar